Di mata para peneliti, hal yang lebih mudah adalah memperbaiki usaha tani daripada menjalankan berbagai rekomendasi lainnya terkait dengan penurunan emisi gas metana di Asia. Hal ini dikarenakan penurunan gas emisi dengan mengurangi penggunaan batu bara dan beralih ke sumber energi lainnya diperkirakan akan mengguncang ekonomi negara-negara di Asia.
Sabtu, 29 Mei 2010
Penanggulangan Dampak Global Warming bagi Petani
Dampak Global Warming
Dampak yang diakibatkan oleh pemanasan global hampir semuanya negatif. Mungkin ada beberapa dampak positif dari fenomena ini, tapi yang akan kita bahas hanyalah dampak negatifnya.
Secara tidak langsung, pemanasan global ini berpengaruh pada cuaca yang tidak menentu. Suhu rata-rata permukaan bumi meningkat secara bertahap. Dari naiknya suhu rata-rata tersebut, tingginya permukaan air laut juga berpengaruh. Pemanasan yang berpusat di belahan utara bumi, menyebabkan es di kutub utara mencair. Dengan cairnya es tersebut, debit air laut akan bertambah dan menyebabkan pulau-pulau rendah akan tenggelam dan hilang.
Penyebab Global Warming
Faktor utama penyebab makin meningkatnya gas-gas tersebut adalah perkembangan teknologi yang tidak ramah lingkungan. Kebutuhan manusia terus bertambah. Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut dengan cepat dan efesien, dibutuhkan industri-industri besar. Memang hasilnya bagi manusia sangat menguntungkan, tapi limbah hasil keluaran pabrik itu yang sangat tidak berpihak pada alam.
Global Warming
Pemanasan global atau yang lebih dikenal “global Warming”, sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Hal ini lebih sering dibicarakan setelah dampak dari fenomena tersebut dirasakan oleh masyarakat dunia. Di Indonesia, banyak terjadinya bencana banjir, kebakaran hutan, merebaknya wabah penyakit menular, dan musim yang tak menentu disinyalir merupakan imbas pemanasan global. Pemanasan global ini juga sering disebut “efek rumah kaca”.
Rabu, 19 Mei 2010
Pemanasan Global dan Anomali Padi
Pengukuran temperatur yang diukur oleh instrumen-instrumen seluruh penjuru dunia, di darat dan laut sudah mengungkapkan bahwa sejak akhir abad 19 permukaan bumi dan bagian terendah atmosfer telah menghangat sekitar 0.6°C. Selama masa itu, emisi gas-gas rumah kaca, termasuk gas karbon dioksida, nitrogen oksida dan metana sudah meningkat, sebagian besar dari hasil pembakaran bahan bakar fosil untuk transportasi dan energi, dan perubahan tata guna lahan termasuk penebangan hutan untuk pertanian.
Pertanian Organik dan Jaminan Kesehatan Produk Agribisnis
Memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan “Back to Nature” telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.
Langganan:
Komentar (Atom)